Banyak data yang menunjukkan peningkatan dinamisasi dan penggunaan social media di Indoneseia. Rasa ingin tahu, kultur, dan faktor sejarah memicu mereka untuk cepat beradaptasi. Sebab social media memenuhi 3 kebutuhan dasar manusia sebagai mahluk :
a. pribadi, mudah berekspresi dan apresiasi diri ke banyak orang
b. sosial, bisa bersosialisasi dan berbagi ke siapapun dia mau
c. komersial, efektifitas promo
Long Tail (pemanfaatan peluang niche di celah pasar) daerah setempat pun ikut meningkat. Cara pemasaran jadi lebih ke arah komunal atau komunitas (fanspage, friends, follower). Promosinya berupa conversation. Jadi, keterbatasan suatu daerah belum tentu menghambat kemajuan potensi lokal, selama ada dukungan media yang tepat untuk men-trigger.
Itulah sekilas riset awam yang saya lakukan, untuk melengkapi rencana program lokal setempat. Mungkin tidak sebanding dengan riset yang dikepalai Dr. Yanuar Nugroho. Tepatnya, hanya seupil
.
Oleh karena itu saya dokumentasikan untuk upgrade informasi data yang ada.
Nah, agar lebih jelas simak video Beliau ini,
Part 1 :
menguak dinamika yang ada di Indonesia…
Part 2 :
lebih pada peran pemerintah yg …ehm… minim dukungan
Part 3 :
Masih peranan pemerintah, tambah kesenjangan antara teknologi dan kehidupan alami manusia
Part 4 :
Opo yo iki? Sepertinya cara menyikapi pergeseran dan kesenjangan kemajuan yang tidak wajar
Part 5 :
Tanya jawab
Part 6 :
Tanya jawab tentang beda dan dampak Konsumsi dan Konsumerisme.
Part 7 :
Tanggung jawab moral kita dalam menyikapi dampak Teknologi dan kesenjangan yang ada.
Karena dipotong2, jadi dibuatkan bumper awal, ya. Utk lebih memahami tema utama yang dibahas.
Rekaman seadanya, dan belum saya cek lagi. Harap maklum ![]()

Aksi narsis peserta…. Sayang, yang foto ga bisa ikut
wah mas. terima kasih sekali sudah mengupload ini
hanya kalau boleh sedikit koreksi juudulnya, yg benar “Social Media, Internet & Civil Society in Indonesia”
Ya, Pak. Nanti diganti di judul artikel dan komennya di YouTube saja.
Videonya terlanjur di upload.
Saya juga ragu2 waktu ngasih judul, kawatir tidak pas sama tema penelitiannya